Dulu ramai yang takut,Kini malah berlumba-lumba

          Umat islam tidak boleh pilih pemimpin secara sembarangan atau ikut rasa

   Semua tau kepemimpinan adalah amanah dan bukanya kemuliaan karena semua itu akan ditanya dan dipersoalkan diakhirat kelak. Bukan pemimpin saja,malah kita selaku pemilih juga akan dipersoalkan mengenai siapa yang dipilih dan dijadikan panduan sebagai pemimpin. Firman Allah dalam surat al-A'raf,ayat 129 yang bermaksud; " Dan Allah melantik kamu sebagai khalifah diatas muka bumi,maka dia akan melihat apakah yang kamu kerjakan." Hal ini disokong oleh hadis Rasulullah SAW yang bermaksud; " Setiap daripada kamu adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan disoal mengenai apa yang dipimpinya."
    Antara soalan paling awal ditanya didalam kubur oleh Munkar Wanakir adalah mengenai siapakah yang kita ikuti sebagai pemimpin ketika hidup. Sekiranya salah memilih,di akhirat kelak pemimpin itu juga tidak dapat membantu,pemimpin terbabit atas kesalahan kita bersahabat dalam kepemimpinanya.
Jika dulu,kalangan sahabat RA sangat takut untuk dipilih menjadi seorang pemimpin,namun kini terlalu ramai yang berlumba-lumba untuk menjadi pemimpin,semuanya mengaku calon yang terbaik !.
   Benar sabda Rasulullah SAW ketika baginda menyampaikan hadis yang diriwayatkan daripada Abu Hurairah RA yang bermaksud; " Sesungguhnya kalian nanti akan sangat menginginkan kepemimpinan,padahal kelak pada hari kiamat ia akan menjadi penyesalan."(Riwayat Bukhari). Memilih pemimpin bukanlah perkara mudah,sebab calon yang terpilih itulah yang akan memperjuangkan nasib rakyat jelata. suka atau tidak,calon yang terpilih itulah yang kemudian akan menorehkan tinta sejarah dalam negeri ini,meskipun torehan itu masih samar-samar. Apakah akan menjadi tinta emas yang senantiasa dikenang atau tinta hitam yang untuk diratapi?...
   Justru,melihat perit pentingnya kepemimpinan,sebagai seorang muslim,kita tentu tidak boleh memilih pemimpin secara sembarangan atau ikut rasa saja karena kelak ia akan kembali menghantui kita. Pemimpin adalah lambang kekuatan,keutuhan,kepatuhan dan penyatuan. Namun,kita harus menyadari bahwa pemimpin bukanlah hanya sekedar lambang karena itu ia memerlukan kemampuan dan kelayakan untuk memimpin pengikutnya. Kita mungkin bertanya,mampukah seseorang itu menjadi pemimpin sejati atau sebenarnya menjadi pemimpin yang mengkhianati amanah rakyat jelata? jadi untuk muncul sebagai pemimpin sejati apa ciri dan perananya?..

   Daripada perspektif islam,pemimpin sejati dilihat dalam beberapa sudut,diantaranya:

1.   Pemimpin adalah pelayan bagi pengikutnya. Seorang pemimpin yang dimuliakan orang lain belum tentu menjadi tanda kemuliaan baginya. Hal inin karena pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu berkhidmat dan menjadi pelayan bagi pengikut atau rakyatnya. Seorang pemimpin sejati mampu meningkatkan dirinya atau memuliakan orang yang di pimpinya. Dia menafkahkan lebih banyak,dia bekerja lebih waktu,dia berpikir lebih kuat,malah lebih lama dan lebih mendalam dibandingkan orang yang dipimpinya. Demikian lah memimpin sejati berteladankan Rasullullah SAW. Bukan seperti pemimpin yang selalu ingin dilayani,selalu menginginkan sesuatu termasuk imbalan daripada orang yang dipimpinya.


2.   Pemimpin adalah pembimbing dan pemandu yang membawa atau mendorong pengikutnya kepada jalan yang terbaik agar selamat sampai kepada tujuan sebenarnya. Ia akan tercapai dengan sempurna jika dibawah naungan syariat islam berpandukan Al-qur'an dan sunah.

     Ciri-ciri perlu ada bagi pemimpin islam:

   Amanah

   Pemimpin islam mestilah amanah dan jujur terhadap dirinya serta pengikutnya. Seorang pemimpin yang jujur akan menjadi contaoh terbaik yakninpemimpin perkataanya seirig dengan perbuatanya.

     wibawa

   Kewibawaan dalam kepemimpinan serta ilmu berkaitan mestilah dimiliki  oleh seorang pemimpin islam. Orang ramai hanya akan mengikuti seseorang jika mereka benar-benar berilmu serta mengetahui apa yang sedang dan akan dilakukanya.

     Pembangkit

   Orang ramai akan merasa lapang jika memimpin membawa mereka kepada ketenangan dan menimbulkan rasa optimis walau seburuk mana sekalipun situasi yang dihadapinya.

     Penyabar

   Pemimpin islam haruslah bersabar dalam menghadapi segala macam persoalan dan masalah serta tidak tergesa-gesa dalam mengambil sebarang keputusan. Segala keputusan dibuat berdasarkan pertimbangan yang teliti.

     Tawaduk

   Seorang pemimpin islam hendaklah memiliki sikap rendah diri,tidak suka menunjukan kelebihanya serta tidak merendahkan atau menghina orang lain.

     Syura

   Dalam menghadapi setiap persoalan,seorang pemimpin islam haruslah menempuh jalan musyawarah serta tidak menentukan keputusan sendiri. Syeikh Abdurrahman as-sa'di rahimatulullah berkata; "Jika Allah berkata kepada Rasulnya,padahal beliau adalah orang paling sempurna akalnya,paling banyak ilmunya dan paling banyak idenya (yaitu) "maka bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu " (ayat 159,surat Ali Imran),maka bagaimana pemimpin selain baginda?..

     Disenangi

   Seorang pemimpin islam juga perlu pandai berkomunikasi dengan orang ramai. Kematangan seorang pemimpin akan membuatnya mampu berkomunikasi dengan mengetepikan sikap emosional atau kepentingan sendiri. Lebih penting daripada semua itu adalah pemimpin akhirnya mampu mengambil satu tindakan yang tepat dalam apajua keadaan.

     Seterusnya,kita lihat pula rahasia kekuatan pemimpin

   Iman dan akademik
Semua nabi danrasul memimpin dengan kekuatan iman dan ilmu,Nabi Sulaiman AS memerintah hampir seluruh mahluk (antaranya jin,haiwan,angin) dengan ilmu dan keimanan yang kuat. Nabi Muhammad SAW dapat menyelesaikan berbagai masalah dengan ilmu dan keimanan yang kuat. Dengan ilmu dan iman seorang pemimpin mampu memimpin dirinya (seperti memimpin matanya,hatinyalidahnya,pikiranya,dan hawa napsunya) sebelum memimpin orang lain.

     Kuat ibadah

   Ibadah dan banyak bertawakuf kepada Allah dapat melahirkan kewibawaan,tawaduk,kesabaran,keyakinan,dan sifat tawakal. Ibadah dan tawakuf juga akan melahirkan kekuatan rohaniah yang kukuh.

     Teladan

   Ketika Rasulullah SAW mengajak sahabat berjihad baginda bertempur didepan sekali,paling banyak bersedekah dan hidup paling bersahaja. Ketika baginda menyuruh bertahajud,bagindalah yang kakinya bengkak karena banyak bertahajud. Malah,ketika baginda mengajak umatnya untuk berhias dengan akhlak mulia,bagindalah manusia yang paling mulia akhlaknya. Kemudian pengikutnya juga ada ciri-cirinya,agar kita dapat membedakan yang tulen dan sebaliknya,antara ciri-ciri itu;

     Taat

   Seorang pengikut harus senantiasa patuh kepada pemimpin,sekiranya pemimipin dipilih berdasarkan jalan musyawarah,maka wajib bagi pengikutnya untuk mematuhi pemimpin tersebut,kecuali ia secara terang-terangan melanggar perintah Allah.

    Dinamis dan kritis

   Seorang pengikut perlu dinamis dan kritis dalam mengikuti kepemimpinan seseorang,islam tidak mengajar ketaatan membuta tuli. Perkara ini karena manusia tidak lari daripada melakukan kesalahan,hanya karena al-qur'an dan sunah menjadi petunjuk yang benar dan mesti diikuti. Akhir kata,kepada pemimpin yang beragama islam,sematkan keimanan yang jitu serta ketaatan kepada Allah,kekuatan pribadi,kepandaian,ketabahan dan ketegasan. Janganlah dikuasai napsu dan lemah iman,kerena akan merusakan negara,masyarakat dan umat keseluruhanya.