Berbagi Berita dan Cerita

DISQUS

Saturday, 4 May 2013

" SUARA INSAN KERDIL "


Suara Insan Kerdil


 

    Kalau tidak dipikir rasanya susah juga dilihatnya, kalau dipikirpun aku tidak sepatutnya memikirkan hal itu. Dunia ini memang susah di mengerti, kadang kala begitu senang kita lalui, kadang juga begitu susah hari-hari yang kita lalui. Kalau kita pasrah dengan apa yang berlaku dan kita diam tidak mencari jalan keluarnya, berarti kita mengalah dengan takdir. Sedangkan kita semua tau, kalau kita tidak merubah jalan hidup kita sendiri, allah takan merubah nasib seseorang itu kalau orang itu sendiri tidak mau berubah.

     Kalau kita mau merubah nasib kita, tentu jalan yang akan kita tempuhi berliku-liku dan pasti banyak rintanganya yang akan kita lalui. Jalan yang susah dan jalan yang mudah semuanya terbentang didepan pandangan kita,tergantung kita sendiri mau pilih jalan yang seperti apa yang kita mau. Jalan yang susah tentu kita akan merasa putus asa suatu hari nanti, karena kita pikir betul-betul berat cobaan yang akan kita terima, hari demi hari mungkin yang ada didalam pikiran kita, " Kenapa kkehidupan yang aku jalani banyak cobaan dan rintanganya." Itulah kata-kata yang selalu kita dengar dari orang-orang yang memilih jalan susah, karena allah ingin melihat keimanan kita sejauh mana terhadapnya.

     Jalan yang mudah semua orang mesti tau tentang jalan hidup yang mudah. Sebut saja pencuri, perampok, penipu, koruptor dlsb. Betulkah jalan itu senang?..senang cuma untuk sementara, sebelum helahnya terbongkar memang dia merasa hidupnya tiada halangan bagaikan dunia ini milik mereka. Itulah kebesaran tuhan yang maha esa, dia menguji umatnya dengan berbagai-bagai macam cobaan, agar kita sadar bahwa semua itu tidak akan kekal pada kehidupan ini, suatu hari nanti semuanya akan kembali kepadanya.

     Lihatlah....apakah pantes saya berbicara tentang itu? sedangkan dari sisi apapun memang susah, karena saya ini orang seperti apa. Akan tetapi itulah yang selalu saya rasakan, tidak dipikirkan susah dan dipikirkan susah juga. Karena dijaman serba canggih ini banyak orang yang menyepelekan hal baik dan buruk itu, setiap perbuatanya walaupun tau hal itu tidak baik tapi dia lakukan juga bahkan sanggup mengeluarkan kata-kata yang semestinya tidak pantes dia yang mengucapkanya.

     Masya allah....apakah dunia ini memang sudah dekat akan berahir? baik dan buruk bukan lagi jadi pegangan hidup. Segala macam cara digunakan untuk mengejar sesuatu didunia ini, seolah-olah dunia ini akan terus kekal tanpa ahirnya. Apa lagi sekarang, walaupun seorang yang celik pandaipun sanggup berkata bohong dan menipu demi tujuan yang ingin dicapainya.

     Kalau orang seperti saya tidak punya inisiatif seperti ini lalu siapa lagi yang akan buat?  Karena sekarang orang yang sekolahnya dibidang agama pun tidak ikut jalan pendidikanya didalam mengejar kehidupan dunia ini. Apalagi, yang ada didalam pikiranya, " Kalau saya bisa menjadi itu dengan jalan ini, senanglah hidup saya? tanpa bekerja keras duit akan datang sendiri janji ikut keputusan yang menguntungkan." Memang tanpa pemimpin dunia ini mungkin akan kacau balau, tetapi janganlah menjadi pemimpin berkedokan pendidikan untuk menutupi niat buruk itu, hidup ini tidak akan rasa puas walaupun kita sudah menjadi orang yang paling tinggi kedudukanya.

     Kalau menurut pandangan saya?  yang mempunyai pendidikan agama, jadilah seorang pemimpin yang bisa membimbing umat, dan menuntun umat kejalan yang berguna untuk dunia aherat. Karena dijaman sekarang lihatlah anak-anak muda generasi ini,  banyak generasi kita yang terjerumus kejalan yang tidak semestinya orang islam lakukan. Bukan sekedar itu saja bahkan melakukan hubungan intim ( sex ) sebelum menikah sudah dianggap hal biasa oleh kebanyakan generasi kita sekarang. Kalau kalian yang pandai agama tidak terbawa napsu perubahan jaman ini, insya allah takan ada aborsi dan bayi yang dibuang ditempat sampah, jika kalian menjadikan ilmu itu dipergunakan untuk menuntun generasi kita.

     Bagi seorang artis..jadilah penghibur masarakat dikala mereka merasa keletihan menjalani kehidupan ini.Buatlah mereka bersemangat untuk mencapai yang diinginkanya. Beritaulah lewat lagu yang membuat kita sadar dari jalan yang sesat. Kita tau gambaran kehidupan seorang penghibur,janganlah dengan kemasuran nama, kalian ikut-ikutan pula ingin menjadi orang yang penting didalam pemerintah. Ingatlah sepandai-pandainya kita menyimpan bangkai, suatu hari nanti pasti keluar juga bau busuk itu.

     Alangkah baik dan damai serta indahnya hidup ini jika semua masyarakatnya memahami kehidupan mereka sendiri didalam dunia ini. Seorang guru dengan ilmunya mendidik anak-anak bangsa ini dengan ilmu dan teknologi yang bisa untuk memajukan diri dan bangsa ini. Bukanya setelah dewasa dan merasa pandai, malah membuat negara ini menjadi serba salah. Karena setiap tindakan kalian yang suka protes, lihatlah dampak dan akibatnya. Kita semuapun ingin perubahan, tetapi haruskah kita jadikan cara kalian itu sebagai pedoman, apakah yang bakal terjadi jika anda sendiri menjadi pemimpin dan tidak tepat untuk masarakat, tentu anda disuruh turun dari kursi kepemimpinan itu sendiri.

     Negara memang membutuhkan seseorang yang pandai berpikir dan menganalisis keadaan, berpikirlah kalian untuk kebaikan masyarakat. Janganlah kalian memberi pandangan dari orang-orang tertentu saja, bergaulah dengan orang-orang desa. Jangan hanya cuma lewat dan bertanya di warung kopi, kalian dijadikan alasan kukuh untuk memberi pandangan menyeluruh tentang satu daerah itu.

     Dan bagi para politikus....Janganlah karena kalian orang pandai, melupakan kami orang desa. Karena yang paling merasakan maju mundurnya sebuah negara adalah orang-orang seperti kami yang hidupnya cuma cukup-cukup. Negara ini harus diurus dengan baik oleh orang-orang seperti kalian, agar negara ini maju dan masyarakatnya aman dan damai. Jadikanlah medan berdebat untuk kebaikan kami, bukanya bukanya untuk saling menjatuhkan sesama politikus. Ingatlah nasib kami berada di tangan kalian untuk menuju jalan ini. Jangan karena diri sudah lama jadi politikus, lantas menutup mata jika ada orang baru yang lebih baik dari anda.

     Masa terus berlalu....Lima tahun memang tidak cukup waktu untuk merubah keadaan yang sekarang ini, karena kita tau indonesia sekarang seperti apa. Bencana alam selalu berlaku di negara kita, kerusuhan sering tercetus menjadi besar gara-gara masalah kecil, apakah semua ini. Banyak orang menyalahkan cara Suharto dulu, Brtulkah cara Suharto tidak betul dalam menerapkan sistem diindonesia?  Ataukah para pemimpin sekarang yang masih gagal jadi pemimpin indonesia. Atau karena kita terobsesi reformasi, jadi lupa tujuan asal reformasi. Taukah kalian dengan nasib kami ini?...

     Sembako, bensin, solar, dan keperluan lainya. Semua ini orang seperti kami yang merasakan dulu dampaknya. Sekolah cuma SD, jadi mau cari kerja apa yang gajinya bisa mencukupi sekeluarga? kalau diindonesia, sedangkan modal kaga punya?......Itulah yang mendorang orang desa untuk berhijrah/menjadi kuli dinegara orang, walaupun jadi tukang sapu tapi lumayan gajinya tidak habis dibuat makan satu bulan sekeluarga dikampung. Jadi.....Kalau negara tempat kami mencari rejeki mau mengusir kami, janganlah berbicara " Kita bisa saja memberikan atau menyediakan pekerjaan untuk mereka jika mereka diusir dari negara mereka bekerja sekarang "

     Memang betul kita bisa memberi pekerjaan kepada mereka jika diusir dari sana, akan tetapi bolehkah gajinya menjamin atau mencukupi keluarga masing-masing. Ingatlah walaupun dari statistic ekonomi kita meningkat saban tahun, akan tetapi kenapa?  Gaji buruh dinegara kita paling murah diantara negara-negara tetangga. Lihatlah gaji seorang guru SD, sama dengan gajinya seorang tukang campur semen ditempat kerja saya disana.

     Ketika kalian ramai membincangkan hal itu ditelevisi, hati kami sangat sedih mendengarnya. Begitu gampang kalian menyimpulkan jalan penyelesaian tanpa memikirkan dampaknya terhadap keluarga kami. Ingatlah berapa banyak dana yang masuk kenegara ini hasil dari keringat kami. Kalau memang bisa menyediakan pekerjaan buat kami yang dinegara orang jika diusir, kenapa tidak sekarang saja buat....agar orang-orang atau anak-anak muda kita tidak perlu pergi keluar negri untuk mencari pekerjaan. Semua itu kembali pada diri kita sendiri, mau mengabdi pada masyarakat atau mengabdi untuk kepentingan pribadi.


Adbox