Berbagi Berita dan Cerita

DISQUS

Monday, 1 July 2013

SEDULUR PAPAT KELIMA PANCER

  Berbicara tentang pengertian dan konsep sedulur papat kelima pancer/tunggal adalah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari dalam diri manusia,maka di Gantharwa sendiri juga menyatakan hal ini. Secara lengkap tentunya tidak bisa diterangkan secara detail kata demi kata.
  Pada prinsipnya manusia jawa yang sejati (kwalitas) atau setiap manusia mempunyai cita-cita yang utama yaitu manunggaling kawula lan gusti,walaupun kadang dalam bahasa yang berbeda. Untuk mencapai cita-citanya tersebut manusia harus kembali keasalnya (sebagai pribadi penciptaan awal) atau menjadi manusia seutuhnya. Bagaimana manusia menuju menjadi manusia seutuhnya,manusia harus menjadi AJI SAKA. AJI SAKA maknanya kaweruh/kesadaran dalam menghargai secara maksimal dengan berperanan utama (atau menjadi raja yang berperanan utama) untuk menjadi AJI SAKA,jawa memiliki dasar,dasar dari jawa adalah KALIMASADA,atau dalam pewayangan dikatakan,seorang manusia tidak akan mati jika telah memegang Jamus Kalimasada,seperti cerita pewayangan adalah Samiaji atau Yudistira,begitu sucinya diceritakan sehingga darahnya juga putih. Maka kalimasada banyak sekali menjadi perebutan dan untuk mengerti dan tau tentang kalimasada banyak sekali yang telah mencari kemana-mana,bahkan saling berebut dan terjadi perang bahkan jaman sekarang pun banyak yang telah salah mentafsirkan kalimasada bahkan cenderung ngawur,kalimasada  bisa diartikan juga sebagai pancasilanya jawa,karena merupakan dasar untuk semuanya.


  Untuk menjelaskan kalimasada secara tepatnya jawa telah membuat penjelasan yang lebih sederhana atau dibuat semacam miniatur kalimasada,yaitu resize-of-spkj. JPG SEDULUR PAPAT KELIMA PANCER. atau bahasa sederhananya adalah kalimasada mewujudkan diri yang lebih bisa dimengerti manusia menjadi sedulur papat kelima pancer. Lambang sedulur papat kelima pancer sendiri adalah dalam cerita Bagawa Gita,Arjuna membawa kereta perang yang ditarik oleh empat kuda dengan masing-masing membawa sifat warna adalah,HITAM,COKLAT (MERAH), BIRU Dan PUTIH. Keempat kuda itulah yang disebut dengan sedulur papat,sedangkan pancernya adalah Arjuna. Namun sedulur papat kelima pancer tidak hanya unsurnya demikian,masih ada satu unsur yaitu disamping atas Arjuna adalah Krisna. Krisna inilah yang dilambangkan bahwa Roh (pancer) kita bersifat illahi (gusti allah ). Maka kalau manusia ingin mencapai cita-citanya,manusia (pancernya adalah roh kita yang bersifat illahi) harus bekerja sama dengan sedulur papatnya dan konsultanya manusia adalah gusti allah (memakai pengertian gusti allah). Barulah manusia bisa lengkap sampai pada cita-citanya yang sempurna.

  Banyak dari para pelaku mistikus ingin bisa ketemu dengan sedulur papatnya,karena ingin sekali untuk bertemu,maka hal yang sering terjadi adalah,sering terjadi suatu penyesatan oleh pihak yang memanfaatkan kelemahan dari salah mengerti,dan juga kesalahan atau hayalan dan imajinasi belaka. Adapun penjelasan dan arti dari sedulur papat kelima pancer adalah,dari sedulur yang memiliki sifat warna adalah,HITAM yang melambangkan sifat KEKUATAN,COKLAT ibaratnya adalah seperti MERAH yaitu melambangkan sifat SEMANGAT,biru adalah melambangkan sifat KECERDIKAN,PUTIH adalah melambangkan sifat KESUCIAN. Inilah merupakan sifat dan ciri manusia sejati yaitu memiliki,KEKUATAN,SEMANGAT,KECERDIKAN,KESUCIAN dan dikontrol oleh roh kita yang sejati (pancer). Atau sedulur papat harus bersatu/manunggal dengan roh kita yang bersifat illahi,baru dapat berhasil mencapai kemanunggalan dengan gusti allah. Sama halnya dengan Arjuna kalau tidak bisa kontrol keempat kudanya dia akan kalah dalam perang dan bagi manusia kalau tidak bisa mengontrol keempat sifat/saudaranya dia akan kalah,tidak akan pernah sampai pada cita-citanya,jika sudah bisa mengontrol empat kudanya Arjuna harus senantiasa seiya sekata dengan Krisna agar selamat sampai akhir perang. Kalau manusia mau selamat,roh yang sejatinya harus senantiasa memakai pengertian/kaweruh gusti allah. Dan jika ada yang katanya bertemu dengan keempat sedulurnya,itu merupakan perwujudan saja atau personifikasi dari keempat sifat diri manusia saja.

  Namun banyak yang menganggap ketemu dengan roh atau pribadi lain diluar dirinya,yang merupakan empat saudara kita yang mengikuti selama hidup,padahal tidaklah demikian. Pengalaman saya bertemu dengan keempat sedulur adalah keempatnya seperti kita sendiri,wajahnya seperti kita masing-masing,wujud badanya lebih kecil dari badan kita,dan mereka memiliki sifat yang disebut diatas. Saat-saat mereka muncul adalah saat kita memasuki meditasi dengan kita telah mengalahkan fisik yang mana kita tidak terpengaruh akan keletihan,kesakitan fisik,atau telah melewati ketahanan fisik kita sendiri. Namun sekali lagi,sedulur papat bukanlah roh (pribadi) seperti pancer,kita adalah pribadi atau roh sejati,mereka hanyalah perwujudan saja. Inilah sedikit yang bisa saya sharingkan berhubungan banyaknya pertanyaan mengenai sedulur papat kelima pancer,ini adalah pemahaman ajaran jawa yang sangat dalam,memang kelihatan sederhana tapi kalau tidak ada tuntunan banyak yang salah kaprah. Karena telah banyak orang yang tidak mengerti ini dan banyak yang tersesatkan karena ini. Inilah sedikit bagian kecil mengenai sedulur papat kelima pancer.

    terima kasih
sumber;wiralodra-indramayu.blogspot.com
Adbox