KELIRU

Dengan langkah perlahan
kita kembali menapak
menjejak dan merintis
perjalanan menuju pentas berduri
mengunyah sehimpunan rasa
dan pinggan bahasa penjajah
Begitulah sukarnya kita
sulit memaknakan arti
dalam setiap aksara
dan baris demi baris
mengalirkan renjatan pikir
apakah sebenarnya
yang kita perjuang
Sebenarnya kita masih keliru
sering hilang dihambat waktu
ahirnya terdampar
dipantai bahasa penjajah
sehingga kita alpa
akan nikmat dan manisnya
bahasa ibunda ditanah sendiri
yang kian kita sisihkan