Berbagi Berita dan Cerita

DISQUS

Sunday, 3 January 2016

SI KOPPIG

By; Deny Siregar

     Kata koppig itu dari bahasa Belanda yang artinya keras kepala. Kata ini dulu disematkan Bung Karno kepada Bang Ali Sadikin karena keras kepalanya dalam membangun Jakarta. Bang Ali adalah sosok kontroversial yang membangun jalan-jalan dijakarta dari uang judi. Dia tidak pernah mundur sedikitpun dari langkahnya meski ditentang dimana-mana. Bahkan pada masa itu,tempelang Bang Ali kepada bawahannya yang tidak becus kerjanya menjadi momok yang menakutkan.
     Dan sekarang kata Koppig terangkat lagi,sesudah isi rekaman Freeport terbuka dan disitu pengusaha Reza Chalid bercerita bagaimana Koppig-nya Presiden Jokowi.
     Sejak lama saya tau bahwa beliau ini Koppig,ke-Koppig-annya yang terkenal adalah saat ia menjadi Walikota Solo dan melawan Gubernur Jateng waktu itu iaitu Bibit Waluyo. Gemesnya Bibit kepada Jokowi karena orang ini tidak bisa diperintah. Koppig itu bukan seperti Ahok yang frontal beradu argumen dengan sesuatu yang tidak ia sukainya. Koppig itu adalah keras kepala yang tersembunyi dibalik senyuman,tidak banyak berkata dan membantah,tapi juga tidak mengerjakan apa yang di perintahkan.
     Maka meledaklah Bibit Waluyo dengan sikap Jokowu,ia sampai mengatakan didepan media bahwa Jokowi bodoh saking gemesnya. Dan ciri khas orang Koppig itu selalu menjawab dengan tanpa emosi. Jokowi senyum-senyum saja ketika di komfirmasi wartawan bahwa ia dimaki bodoh oleh Bibit, " Iya saya ini bodoh. Masih harus banyak belajar kepada orang. Dibilang begitu juga nda apa-apa", ngeselinkan?
     Karena membaca latar belakangnya itulah yang membuat saya memilih dia sebagai Presiden pada waktu Pilpres. Karena buat saya,seorang pemimpin haruslah Koppig,karena jika tidak Koppig maka ia mudah diperintah orang lain. Dan saya pun tertawa gelak ketika banyak meme yang menggambarkan bahwa Jokowi adalah boneka Megawati,kurang baca mereka itu....
     Koppig-nya Jokowi,seperti yang dikatakan Reza Chalid,terlihat saat ia bersama Imam Nahrawi Menpora membekukan PSSI. Tidak banayak ngomong,langsung bekukan. Jelas saja PSSI kelabakan.
     Belum pernah PSSI mendapat perlakuan seperti ini. Biasanya mereka selalu diatas angin dengan ancaman " akan mendapat sanksi dari FIFA ". Ancaman klasik yang selalu berhasil dipemerintahan-pemerintahan sebelumnya. Ketika ahirnya Jokowi membekukan organisasi mereka,PSSI bukan hanya seperti ditabok pantatnya tetapi juga digebuk pake rotan sampe memerah.
     Mereka sampai memanggil FIFA,induk organisasinya,supaya datang ke indonesia untuk meyakinkan Jokowi. Bukannya berhasil,PSSI malah tidak boleh masuk keruang pertemuan. Itu penghinaan terbesar buat PSSI yang selama ini jumawa dan merasa menjadi bule di indonesia. Jatuh mental mereka diperlakukan seperti itu,sehingga yang bisa mereka lakukan  hanya melolong kepada media. Bahkan sekelas Agung Gumelar cuman bisa mengumpat tanpa bisa berbuat apa-apa.
     Inilah yang ditakutkan kelompok papa minta saham dalam rekaman itu. Koppig-nya Jokowi,karena itulah mereka terus mencari jalan berputar dengan mencoba melibatkan Luhut,JK,Sudirman Said dan banyak lainnya. Ketika rekaman terbongkar,maka cara bagus adalah mengadu domba Luhut,Sudirman Said dan JK dengan mengeluarkan artikel-artikel bertema " membongkar kedok ",karena tidak mungkin menyerang Jokowi wong orangnya Koppig.
     Siapa lagi yang pernah merasakan  Koppig-nya Jokowi? Budi Gunawan sudah,petinggi-petinggi partai KIH sudah pasti pernah merasakan Koppig-nya. Apalagi KMP yang dulu pernah merasa menang dengan menguasai parlemen,sekarang harus mulai menata celananya yang melorot ketanah.
     Mungkin pas lagi meeting,disaat ada pejabat dan petinggi partai yang coba memaksakan kehendak mereka kepada Jokowi,dia hanya mengeluarkan senyumannya dari wajah yang tidak berdosa.
     Pejabat dan petinggi partai yang sudah hapal bahwa senyuman itu berarti Koppig-nya Jokowi keluar,mungkin ditoilet langsung pada mengunyah tissue dan membentur-benturkan kepala dikaca. " Dia senyum...Dia senyum...Liat senyumnya itu...Argghhhhhh!! "

Sumber : DISINI

Adbox