Berbagi Berita dan Cerita

DISQUS

Wednesday, 10 February 2016

Jangan Seperti Saya



" Pokoknya itu keputusanku ka! "

" Terus kamu mau buat apa,kamu ingat dengan keputusan itu kamu akan senang selamanya? "

     Darmin hanya mampu berkata,menasehati adiknya yang tetap dengan pendiriannya itu. Darmin takut karena adiknya itu masih belum cukup dewasa berpikirnya,jadi yang ditakutkan Darmin suatu hari nanti adiknya akan menyesal dengan keputusannya sekarang. 

     Pada mulanyaaku hanya diam,akan tetapi melihat adiknya Darmin yang terlalu kukuh dengan keputusannya itu yang membuatku untuk ikut berbicara. Siapa tau dia akan memahami maksudku.

" Maaf jika aku telah lancang masuk campur urusan pribadi kalian,akan tetapi kalau itu masalahnya aku ingin bercerita sedikit pada kalian dan mudah-mudahan bisa dimengerti "

     Kemudian aku duduk disebelah adiknya Darmin untuk memulai ceritaku kepadanya.

" Kamu tau siapa diriku ini kan?,mungkin juga kamu sudah tau riwayat hidupku semenjak aku masih kecil. Namun disebalik itu kamu tau tidak,impianku terlalu besar kata orang sebesar gunung yang ada disana itu. Mungkin disebabkan oleh itu aku menjadi seperti ini sekarang.

     Saat anak-anak sibuk diwaktu pagi untuk pergi mencari ilmu untuk bekal hidupnya di kemudian hari,aku juga sibuk mempersiapkan alat untuk kerja,karena kedua orang tuaku berlainan jadi kalau aku tidak menolong ayahku bekerja,kamu tau sendiri bagaimana sikap sang Ibu tiri terhadapku. Jadi keadaan yang tidak memungkinkan diriku seperti anak-anak yang lain untuk belajar ditempat yang bernama sekolah. Aku mulai belajar bekerja dari kecil agar kelak aku tidak minta atau menyusahkan kedua orang tuaku jika suatu hari nanti  aku mempunyai keinginan.

     Masa remaja,adalah masa-masa yang paling indah untuk kita menikmatinya,namun bisa juga dibilang masa-masa yang sulit untuk para remaja disaat hatinya mulai berbunga dengan rasa cinta. Pada saat itu,melihat teman-teman sebaya yang sudah pada mempunyai gandengan,ingin rasanya hatiku seperti mereka. Pergi nonton berduaan,jalan-jalan ditemani pacar,apalagi pacarnya seorang gadis cantik,sungguh bahagia rasanya,begitulah yang sering aku bayangkan pada masa itu.

     Tapi inilah kehidupan,yang diharap itu yang didapat lain pula. Bukan hanya teman sebaya,malah orang yang lebih dewasa pun sering mengolok-olok diriku. Ada yang bilang aku tidak laku,ada juga yang bilang karena aku tidak ganteng makanya tidak ada perempuan yang suka terhadapku. Bahkan terkadang yang paling sedih,disaat kita menghadiri acara pernikahannya seorang teman,orang akan berkata ' Kapan mau nyusul '.

     Disaat itulah terkadang pikiran kita susah menahan emosi,jadinya menyalahkan Tuhan. Seakan Tuhan tidak adil terhadap diri kita selama ini,akan tetapi jika sabar dan menerima ketentuan Tuhan,sebetulnya Tuhan telah menentukan semuanya terhadap jalan hidup yang akan kita lalui.

     Dan ternyata betul,Tuhan tidak akan memberi cobaan berat terhadap umatnya,jika umatnya tidak mampu menjalaninya. Teman-teman dan orang yang pernah mengolok-olokku disaat aku belum atau tidak punya pacar,aku dipertemukan jodoh dengan seorang perempuan yang cantik.  Yang membuat mulut orang-orang yang suka usil tidak berani lagi berbicara,sebab tidak disangka-sangka aku yang berupa pas-pasan ini mendapatkan seorang istri yang cantik.

     Siapa yang tidak merasa gembira hidup sederhana dengan orang yang saling menyayangi itu,tapi jangan lupa bahwa Tuhan akan selalu memberi cobaan terhadap umatnya walaupun didalam keadaan gembira itu.

     Suatu hari,usahaku bermasalah disebabkan karena alam,yang membuatku harus pergi jauh dari orang-orang tersayang demi kebutuhan dan harapan keluarga. Satu bulan sampai setahun,tidak ada apa yang berlaku. Semuanya berjalan lancar seperti apa yang aku harapkan,anak dan istri pun selalu memberi kabar dengan gembira dikala aku meneleponnya. Akan tetapi,hidup ini seperti jalan yang kita lalui setiap hari. Ada kalanya jalan itu lurus,terkadang pula jalan itu penuh liku-liku dan licin yang harus kita lewati.

     Rumah tangga yang terlihat bahagia belum tentu benar-benar bahagia sebetulnya,cobaan besar datang lagi dalam hidupku. Istri yang bisa dibilang tidak tau apa-apa alias tidak punya pengalaman apa-apa,tergoda dengan laki-laki lain dan tertangkap basah oleh tetangga-tetanggaku saat bermain curang/selingkuh dengan laki-laki lain. Aku hanya pasrah menerima ketentuan Tuhan dan melepaskan dia kalau memang itu yang dia maukan. Namun dibalik kerelaanku itu,aku menjadi benci terhadap perempuan dan juga Tuhan. Setiap hari aku bersujud dan berzikir kepada-nya aku tunggalkan,dan aku benci sekali terhadap seorang yang bernama perempuan itu. Sehingga membawaku kepetualangan sebagai lelaki yang hanya ingin balas dendam terhadap seseorang perempuan. Kalau tidak bisa meniduri berbagai macam perempuan,berarti aku kalah dan bukan laki-laki. Begitulah yang terjadi kepadaku saat itu disebabkan rasa kecewa terhadap perempuan.

     Dengan sedikit modal dari orang pandai,aku menjadi laki-laki perhatian wanita. Bukan aku yang mengajak kenalan dengan perempuan,tapi justru sebaliknya. Perempuan yang ingin berkenalan denganku pada saat itu,pacarku dimana-mana bukan satu orang saja. Bahkan paling lama dua minggu dan paling cepat satu minggu aku tidak bisa menidurinya,aku akan putuskan perempuan itu. Pada masa itu aku merasa hebat sebagai lelaki,karena banyak perempuan yang jatuh dipelukanku.

     Puaskah diriku dengan semua itu? ternyata tidak,sampai-sampai banyak orang lain yang menasehatiku disebabkan diriku yang suka bergonta-ganti perempuan itu. Setiap nasehat yang kudengar dari telinga kanan dan keluar ke telinga kiri. Sampai mereka tidak lagi menasehati,karena mereka pikir kalau sudah merasa lelah dia sendirin pasti akan sadar sendiri. Jadi biarkanlah saja sekarang selagi dia tidak menyusahkan saudara-saudaranya itu,kita do'akan saja agar dia cepat sadar dari kegalauannya itu. Kata salah seorang saudaraku terhadap saudara-saudara yang lainnya disaat berkumpul disuatu acara dan berbicara mengenaiku.

     Pada saat itu walaupun tingkah lakuku jahat terhadap perempuan,tapi aku tidak seperti laki-laki lain yang tidak bertanggung jawab pada umumnya jikamain perempuan. Aku tetap dengan sikap peribadiku,jujur apa adanya dan tidak suka berbohong. Maka dari itu,aku kalau kenal dengan seorang perempuan,aku akan katakan siapa diriku ini yang sebenarnya,jadi agar perempuan itu tidakmenyesal jika suatu saat aku lepas kontrol terhadapnya.

     Didalam kegembiraanku itu setiap hari,sebenarnya terkadang hatiku menangis,karena walaupun aku selalu bisa menggaet perempuan yang aku suka,tapi kadang juga aku disakiti oleh perempuan karena kejujuran dan keiklasan ku itu. Sering aku menitiskan air mata ini karena melihat orang lain begitu rukun dan bahagia dengan keluarganya. Sebab disebalik kegelisahaku itu aku selalu menginginkan sebuah keluarga dengan anak-anaknya yang terlihat bahagia walaupun dalam kesederhanaan.

     Maka dari itu,sekarang aku tidak seperti waktu itu lagi,belajar mensyukuri hidup ini dengan tetap pada prinsipku itu 'jujur dan iklas '. Karena walaupun kita dulunya terlalu hitam kisah hidupnya,dengan bersikap jujur,iklas dan bertanggung jawab,masa lalu yang hitam itu akan menjadi sebuah kenangan dan orang-orang tidak akan melihat kita dari sisi hitamnya itu tapi kenyataan yang sedang kita jalani sekarang.

    Seorang pemuda sepertimu memang bagus mempunyai prinsip teguh seperti itu,namun disamping itu juga kita perlu berpikir hal lainnya. Karena kalau terlalu teguh dengan pendirian itu dan tanpa memikirkan hal yang lainnya,semuanya akan sia-sia juga. Sebab dunia ini berputar seperti roda,silih berganti berada diatas dan dibawah. Mungkinsekarang ini kita sedang berada diatas,tapi mungkin juga suatu saat kita akan berada dibawah,bahkan kita tidak tau seperti apa keadaannya saat kita berada dibawah itu.

     Jadi berpikirlah secara matang,karena kesempatan itu tidak akan datang kedua kalinya,tapikalau jodoh itu akan datang selagi kita berusaha mencarinya. Belajarlah dulu selagi kakakmu masih mau menanggung biayanya,dan kalau memang ia jodohmu,sampai kamu habis sekolahpun dia takan punyai suami. Karena kalau kita sudah keluarga ditambah punya anak,kita tidak akan punya banyak waktu untuk mencari ilmu,janganlah seperti diriku yang dulunya selalu mengikut perasaan yang ahirnya membuatku selalu gelisah waktu dulu ".

Adbox