Berbagi Berita dan Cerita

DISQUS

Sunday, 14 February 2016

Penuran harga bbm di berlakukan 5 januari 2016

Penuran harga bbm di berlakukan 5 januari 2016


premium turun dari 7.300 menjadi 7.150 rupiah perliter, solar dari 6.700 menjadi 5.950 rupiah perliter, pertamak dari 8.650 menjadi 8.450 rupiah perliter sedangkan pertalite dari 8.200 menjadi 7.950 rupiah perliter

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) selasa 5 Januari 2016 berlakukan keputusan menurunkan harga bahan bakar minyak (bbm) penurunan harga bbm ini mencakup semua jenis bbm yang di pasarkan PT. Pertamina untuk wilayah Jawa, Madura Bali dan juga di luar tiga wilayah tersebut langkah penurunan ini didasarkan harga minyak dunia yang cenderung menurun namun akibat penurunan harga yang tidak cukup besar untuk 2 jenis bbm yaitu solar dan premium antusias masyarakat pun tidak besar seperti yang di rasakan pengguna kendaraan yang ada di Tegal Jawa Tengah. Sebelumnya tarif bbm di rencanakan akan di bebani dengan pungutan dana ketahanan energi namun akhirnya Pemerintah memutuskan harga bbm terbaru tidak di tambah penghimpunan dana pengembangan energi agar tidak memberatkan.

Mulai 5 Januari harga bahan bakar minyak (bbm) turun premium turun dari 7.300 menjadi 7.150 rupiah perliter, solar dari 6.700 menjadi 5.950 rupiah perliter, pertamak dari 8.650 menjadi 8.450 rupiah perliter sedangkan pertalite dari 8.200 menjadi 7.950 rupiah perliter jelang turunnya harga bbm angka pembelian di Surabaya justru menurun hingga 40% pembelian angka stabil bahkan bisa jadi meningkat setelah harga bbm turun. Adanya penurunan harga bbm mendapat berbagai respons dari masyarakat ada pengendara yang akan tetap setia menggunakan premium ada juga yang langsung beralih ke pertamak. Sejumlah SPBU mengaku permintaan premium menurun sedangkan permintaan pertamak semakin meningkat seperti yang di alami salah satu SPBU di Surabaya. Ini sesuai catatan PT. Pertamina Region V yang menujukan konsumsi bbm premium menurun sekitar 13%. Di Yogyakarta turunnya harga bbm dinilai masyarakat mampu mengurangi beban keuangan, penurunan harga bbm sekarang ini di berlakukan karena mempertimbangkan nilai tukar rupiah dan harga minyak dunia untuk mengantisipasi meningkatnya konsumsi masyarakat terhadap pertalite dan pertamak rencananya PT. Pertamina akan menambah jumlah cadangan bbm dan jumlah SPBU di Indonesia.

Penurunan harga premium dan solar di tanggapi dingin oleh sejumlah pedagang Sembako dan sayuran di pasar Tebet Timur Jakarta Selatan pasalnya penurunan ini tidak langsung berimbas pada penurunan harga bahan pokok yang sudah terlanjur tinggi pedagang tingkat eceran masih mempertimbangkan adanya fluktuasi harga grosir yang masih tinggi. Sebaliknya masyarakat berharap penyesuaian harga segera dilakukan sesuai dengan turunnya harga bbm, sementara itu yayasan lembaga konsumen Indonesia juga meragukan penurunan harga bbm berdampak pada penurunan harga bahan pokok pasalnya penurunan harga premium dan solar kali ini tidak signifikan. Untuk itu YLKI meminta Menteri Perdagangan terus memantau pergerakan harga kebutuhan pokok secara rutin. Sebelumnyapemerintah Rabu sore menurunkan harga bbm jenis premium dari 7.300 rupiah menjadi 7.150 rupiah perliter sedangkan harga solar hari ini juga turun dari 6.700 menjadi 5.950 rupiah perliter, harga baru bbm ini berlaku mulai 5 Januari 2016, harga minyak dunia yang saat ini berada pada 35 US Dolar perbarel dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika yang stabil di sekitar 14.000 rupiah perdolar Amerika menjadi pertimbangan untuk menurunkan harga baru bbm.

sumber
Adbox