Saya Sudah Gila?

Saya Sudah Gila?



Itulah kata-kata teman saya yang berkata sama orang lain bahwa saya sudah gila. Sebenarnya saya tidak perduli orang lain mau bilang apa tentang diri saya ini,asalkan saya tidak mengganggu orang lain. Jadi walaupun saya dianggap gila sama orang lain,yang penting saya tidak mengabaikan keluarga dan teman-teman juga orang yang saya kenal,karena bagi saya semua kehidupan saya bergantung kepada orang lain. 

Maksud saya kita tidak mungkin bisa menjalani kehidupan ini sendirian tanpa orang lain walaupun bukan dari segi materi tapi kita tetap membutuhkan orang lain.

 Hal itu terjadi ketika saya menjenguk dia,sebagai teman apalagi dia habis pulang kekampung dan baru datang lagi kesina/malaysia. Jadi sudah tentunya saya ingin bertanya kepada dia tentang keadaan dikampung sana.

 Kebetulan sewaktu kerumah kontrakanya dia saya bawa-bawa laptop karena mau numpang ngeprint plan rumah yang saya lukis dirumanya teman yang lainya. Sambil ngobrol kesana-sini sehingga berlanjut tentang temanya yang punya webset sendiri. Mungkin dia saking mengaguminya atau memang dia menganggap orang lain tidak tau tentang webset? 

Jadi secara tidak sengaja saya beri dia alamat blog pribadi saya dan akun kompasiana saya kepada dia. Karena dia penasaran saya punya blog pribadi,terus dia minta ditunjukanya apa yang saya becarakan itu. Dengan tidak mempunyai prasangka yang bukan-bukan saya tunjukan kepada dia satu persatu tempat saya ngeblog itu. 

Pertama saya tunjukan blog pribadi saya kepada dia dan tulisan-tulisan yang saya tulis di blog tersebut,setelah itu saya tunjukan akun kompasiana dimana saya sedang belajar ngeblog bersama-sama orang lain dan saya juga bercerita kepada dia mengapa saya ikutan nimbrung dikompasiana itu yang penuh dengan orang-orang intelek ini. Disamping ingin menimba ilmu dari tulisan-tulisanya orang lain,saya juga bisa belajar tentang apa saja dikompasiana itu. 

Ketika dia ingin tau siapa saja yang mau berkawan dengan saya di kompasiana itu? jadi saya tunjukan semua teman-teman kompasianer saya kepada dia. Alangkah terkejutnya dia ketika melihat profil pak JK dan pak Yusril IM dikalangan teman-teman saya di kompasiana ini. Dia mempertanyakan keaslian semua teman-teman saya itu yang sudah mau berteman dengan saya di kompasiana ini. 

Saya pun dengan sedikit pengetahuan tentang teman-teman saya yang ada di kompasiana ini ku ceritakan semuanya kepada dia. Dari yang berpropesi sebagai TKI,ibu rumah tangga,para guru SD/SMP/SMA sampai para Dosen Universitas terkenal di Indonesia. Orang-orang politik,para mahasiswa/i,para pengusaha, sampai mungkin para pejabat negara kita jika ada. 

Setelah panjang lebar ngobrolnya,kemudian saya pun permisi kepada dia karena masih ada keperluan yang lainya. Dan saya pun tidak memperdulikan lagi apa yang saya katakan kepada dia itu,bahkan saya beritau dia kalau ingin seperti temanya itu yang punya webset sendiri dan mendapatkan duit dari mbah google itu?.....marilah kita mulai belajar menulis kemudian membuat blog sendiri. Terus kalau tulisan-tulisan kita bermanfaat dan menginspirasi orang lain dan mengikuti ketentuan Adsensinya kita pun bisa mendapat duit dari si mbah google itu.......dan mudah-mudahan itu bisa terjadi kepada kita. 

Namun apa yang terjadi seminggu kemudian ketika saya bertemu dengan temanya dia disebuah toko pulsa telpon. Temanya bilang,saya sudah gila karena tidak mengaca diri? dikarenakan saya sering berkomunikasi melalui komentar-komentar di kompasiana ini dengan orang-orang yang bukan se level saya.

 Dia bilang saya sudah kebalik pikiranya,di sebabkan saya yang begitu itu? hanya orang kampung yang tidak berpendidikan tinggi ingin bergabung dengan orang-orang pandai di kompasiana ini....... Saya pun menanggapi kata-kata dari temanya dia itu dengan biasa saja cuma berkata

 " Biarlah orang mau bilang apa terhadap saya ini,toh semua yang saya lakukan itu bukanya merugikan orang lain. Lagi pun yang mendapat manfaat dari semua itu nantinya saya sendiri ".

 Walau pun sudah saya anggap angin berlalu kata-kata itu,namun sepertinya secara tidak langsung mengganggu emosi saya. Jadi saya berpikir

 " Betulkah apa yang saya lakukan ini salah ?  sedangkan saya berbuat begitu hanya ingin belajar dan menambah ilmu pengetahuan saya ini?. ataukah ini sebuah rintangan dari apa yang saya lakukan itu " 

Dengan rasa rendah diri saya,biarlah semua ini akan saya laluinya dengan hati yang lapang,walaupun tidak enak di rasakanya. Mudah-mudahan walaupun diri saya ini tidak tau diri,tapi ada sesuatu yang mungkin ada yang berguna terhadap orang lain. 

Andaikan saya ini sudah pandai tentunya saya ini tidak perlu lagi belajar,disebabkan saya merasa diri ini kurang pandai makanya saya merasa diri ini harus selalu belajar agar mengerti sesuatu. 

Buat temanku yang baik,sekiranya apa yang saya lakukan ini kau anggap salah?  saya minta maaf dengan kedua tanganku ini. Dikarenakan saya ini kurang pandai,makanya saya tidak mengerti apa yang saya lakukan ini salah dimata orang lain. Buat teman-teman ku semua,saya ucapkan banyak terima kasih karena sudah membaca curhat saya ini.

 sekian dan terima kasih,salam